Weathering With You

5 Pelajaran hidup yang bisa kita petik dari Film Weathering with You

Lagi sumpek-sumpeknya ga ngapa-ngapain. Akhirnya nyoba nonton film “Weathering with You” yang sudah lama pernah dilirik tapi terlupakan karna kesibukan.

Pastinya diantara kamu ada yang pernah nonton atau tau film-film karya “Makoto Shinkai”. Ya, film-film nya yang lain yang pernah saya tonton seperti film “Kimi No Na Wa”, “5 Centimeters per Seconds” sangat menarik dari berbagai kualitas dan kemasannya. Baik dari alur cerita, animasi sampai efek-efek yang disematkan didalamnya. Membuat saya terdiam sambil terpukau menontonnya. Hehe

Film “Weathering with You” pun kembali membuat saya berbinar-binar dengan segala ceritanya. Film yang diperankan karakter hodaka dan hina-chan ini bermula dari seorang anak (hodaka) yang kabur dari kampung halaman tempat tinggalnya. Dia merantau ke tokyo untuk mencari pekerjaan. Yang lalu akhirnya bertemu dengan Hina chan dalam pertemuan yang tidak disengaja.

Berikut beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita “Weathering with You” :

1. Pantang menyerah dan kerja keras untuk mengejar sesuatu

Walaupun hodaka datang ke tokyo dengan diam-diam. Tapi tekad dia untuk bisa hidup disana patut diacungi jempol. Hodaka mencari berbagai macam cara dan lowongan pekerjaan untuk bisa hidup di tokyo. Akhirnya dia bekerja dengan seseorang yang membantunya saat dia terjatuh di kapal laut dalam perjalanan menuju Tokyo.

Disana dia bekerja sebagai jurnalis kecil dalam membuat artikel-artikel menarik. Keseruan bekerja bersama Suga san dan Natsumi yang imut membuat suasana kerja menjadi menyenangkan.

2. Cepat dalam mencari dan mengejar peluang

Saat hodaka mengetahui bahwa Hina adalah seseorang yang bisa meredakan hujan dan membuat langit menjadi cerah. Saat itu pun hodaka berfikir untuk mendapatkan perhasilan dengan membuat Hinda menjadi pawang hujan untuk setiap orang. Saat itu langit Tokyo sangat gelap karena terus menerus diguyur hujan tanpa sekalipun muncul nya sang mentari.

Akhirnya dengan bantuan sosial media banyak orang yang meminta bantuan Hina untuk meredakan hujan untuk berbagai acara dan kegiatan

3. Senang melihat orang lain bahagia

Diberi anugerah kemampuan untuk menerangi langit, hina merasa senang dengan membantu orang-orang yang punya kegiatan dan kenangan tertentu. Membantu nenek yang merayakan kematian suaminya yang telah lama meninggal karna penuh dengan kenangan. Mencerahkan langit di pasar untuk membantu orang agar bisa berjualan kembali. Menerangi malam festival kembang api dan masih banyak lagi.

4. Berani berkorban untuk sesuatu yang diharapkan

Ada pepatah bilang, “Kehidupan yang indah tidak terjadi begitu saja, melainkan dibangun dengan doa, kerja keras, pengorbanan dan cinta.”

Begitu hal nya yang dilakukan Hina dalam merawat ibunya yang terbaring di rumah sakit. Ditambah harus merawat adiknya yang masih kecil di usia dini (15 tahun). Sempat akan terjebak dalam pekerjaan yang kurang baik, akhirnya bertemu Hodaka dalam mencari uang. Tetapi hal itu pun memerlukan pengorbanan yang membuat Hina perlahan menghilang sebagai konsekuensi menjadi Gadis Cerah (pawang hujan).

5. Percaya diri dengan tekad bahwa sesuatu yang diperjuangkan tidak akan menghianati hasil

Saat hina menghilang karena Dewa Hujan, Hodaka terus menerus mencari keberadaan hina. Disaat Hodaka mencoba meyakinkan Hina jika sesuatu yang diperjuangan akan selalu berakhir dengan indah. Akhirnya setelah dipisahkan selama beberapa waktu karena kasus yang terjadi, mereka pun dipertemukan kembali.

Hodaka dan Hina bertemu kembali di tokyo setelah 3 tahun terpisah. Bertemu dengan bahagia dan percaya bahwa semua nya akan baik-baik saja

Padahal cuma cerita cinta anak SMA. Tapi diliat-liat kawai dan menggemaskan. wkwk

Bye 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *